Pages

Tuesday, 18 February 2014

Pagi-pagi itu..

Antara sadar dan tidak terdengar sayup-sayup suara alarm yang berada dikamar sebelah, salah satu cara agar terbiasa bangun pagi-pagi. Meskipun dapat beranjak dari kasur dan berjalan untuk menghampiri sumber suara tersebut, mata tetap saja dapat mempengaruhi seluruh badan untuk segera tidur lagi dan hasilnya malah hanya pindah acara tidur aja.

Tapi beruntungnya, selalu ada istri yang sudah terbangun lebih dulu dan dengan berbagai cara bisa membangunkanku.
Istriku telah terbiasa bangun pagi-pagi buta semata-mata untuk menjalani kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Masak nasi, sayur dan lauk entah dengan cara seperti apa istriku selalu telah menyajikan sajian lengkap untukku sarapan.

Dari alarm yg berbunyi jam 4 subuh, aku benar-benar bisa terbangun dan sadar sekitar 10-15 menit kemudian dan disaat itu pula sudah tersaji menu sarapan yg masih hangat plus susu. Terimakasih istriku "I Love You". Benar-benar sebuah anugerah.

Meskipun makan nasi di pagi buta merupakan hal yang tidak enak dilakukan oleh sebagian orang termasuk saya sendiri, semua itu tetap aku lakukan agar saya tidak terbiasa makan/sarapan dengan jajanan dijalan. Sarapan dirumah itu sehat dan murah dan yang terpenting itu karena aku sayang sama istriku yang sudah bangin pagi-pagi dan bersusah payah mempersiapkan sarapanku.

Sarapan pun selesai dan saatnya mandi pake sabun wangi tidak lupa menggosok gigi, semprot deodoran, parfum, sisir rambut, pakai baju dan sholat subuh.

Istri selalu menyarankan agar aku berangkat pagi sebelum jam 5 karena biasanya bis masih sepi penumpang dan bisa pilih-pilih tempat duduk. Ketika menuju terminal bayangan pun istri masih bersedia mengantarkanku ke lokasi dengan naik motor. Betapa beruntungya aku, alhamdulillah.